/ GASI-UMA: 2009

Minggu, 01 Februari 2009

ADVENTURE Gemar Alam Psikologi Universitas Medan Area (GASI - UMA)

Selama hampir sebelas tahun, kami atau lebih kerab dipanggil agas (anak gasi) , mencoba untuk tetap membuat kegiatan/program pada tiap tahunnya. Bermula dari berdirinya GASI-UMA tahun 1997 yang melakukan pendakian atau XPDC yang mendominasi di zona sumtera seperti melakukan trekking ke gunung Kerinci, Dempo, Merapi, Talamau, sago, Tandikek, Singgalang, Sinabung, Sibayak sampai dengan Leuser.


Hal lain yang telah menjadi pengalaman pertama yang cukup menegangkan dan menebarkan selama perjalanan/pendakian adalah pada saat melakukan pendakian ke gunung leuser karena pada saat itu NAD belum aman dan penduduk gayo mengatakan belum ada yang mendaki gunung tersebut selama lima tahun kebelakang, team mencoba membuka jalur yang sudah lama tertutup.
Selama diperjalanan menuju puncak leuser para team ekspidisi hanya berbekal niat dan jiwa patriotisme pada masa perjalanan, karena anggota team yang diketuai oleh isnandar yang akrab dipanggil dengan nanda itu sendiri adalah sekretaris umum kami pada saat itu, yang menariknya anggota team masih tergolong angkatan muda di GASI, team berhasil menempuh perjalanan selama 12 hari pada saat itu dan telah selamat sampai di sekretariat GASI-UMA.


Setelah menyelesaikan pendakian gunung di sumatera GASI-UMA kemudian mencoba untuk melakukan ekspedisi jawa pada tahun 2004, bali dan lombok dengan target pedakian yaitu gunung semeru, merapi, agung dan gunung rinjani, dalam perjalanan ini yang membutuhkan dana yang tidak sedikit para team tetap semangat dan harus melanjutkan perjalanan tersebut. Sesampainya dijawa para team trekking merapi dan semeru mulai mengayunkan kaki satu demi satu untuk mendapat posisi tertinggi di pulau jawa,

Cerita dari semeru yang tak terlupakan adalah pada saat turun dari puncak, para team menjupai kedai yang berada di daerah tersebut, para pendaki lain mulai berbondong-bondong untuk ngopi dan ngeteh, sedangkan team GASI-UMA masak teh dibelakang kedai tersebut karena keuangan team bukan lagi menipis tetapi tidak tersisa sedikitpun untuk membeli pisang goreng.

Dalam pendakiannya dizona jawa dan tergolong sukses pengurus GASI-UMA menetapkan pendakian diluar Indonesia yaitu negri seberang Malaysia dengan target gunung kinabalu yang bertemakan “jejak serumpun melayu” dan team sukses melakukan pendakian tersebut.

Setelah GASI-UMA mulai melebarkan perjalanan di Indonesia untuk menuju ke bali dan lombok dimana target pendakian adalah gunung rinjani di lombok dan gunung agung di bali, dalam perjalanan ini team ekspidisi mulai mencari informasi dari para penggiat lingkungan, setelah mendapatkan apa yang team inginkan dan ternyata untuk melakukan pendakian di gunung agung para team tidak boleh membawa makanan yang mengandung sapi dan wanita yang berhalangan tidak diizinkan untuk mendaki, tatapi ordinasi membuat team semakin penasaran dan team langsung menuju ke desa besakeh untuk mencari infomasi lebih lanjut dan team sukses melakukan pendakian di gunung agung dan rinjani.

Perubahan Lingkungan Pendakian

Dulu, mendaki gunung hanya dilakukan oleh pendaki sejati yang berjiwa kesatria ala bangsawan inggris …climbers Know the best… Mereka yang bukan pendaki -

berperan sebatas sebagai pendana dan sebagainya. Namun perubahan pemahaman, standar dan gaya di dunia pendakian gunung, sedikit banyak tentu mengilhami kiprah para pendaki Indonesia.

Hal-hal yang mempengaruhi perubahan lingkungan pendakian adalah :

* Industrialisasi wisata pertualangan : Kita mengambil contoh ekstrim Nepal sebagai Negara pemilik puncak tertinggi. Apa yang dilakukan oleh pengusa Nepal sebagai Negara miskin, dengan pendapatan perkapita sangat rendah ? Dengan 65% wilayah meliputi pegunungan dan mengandalkan Everest sebagai ikon wisata pertualangan pendakian gunung, maka ditumbuhkanlah Nepal menjadi kawasan wisata pendakian yang mempu menyumbang 40% pendapatan Negara. Pemerintah Nepal berusaha mengakomodasi keinginan wisata pendakian dengan menawarkan kemudahan-kemudahan dalam hal regulasi, perijinan, akomodasi, sarana, pelayanan porter, pemandu dan sertifikasi.

* Kemajuan teknologi peralatan dan bahan serta teknologi makanan, sehingga memungkinkan lahirnya tren ultra light hiking, memudahkan pendaki amatir mengatasi masalah beban.

* Kemajuan dibidang teknologi infomasi, sehingga mendekatkan dunia pertualangan ke publik dunia dan meransang bermunculannya peminat-peminat baru.

* Kemakmuran di negara maju menyebabkan manusia yang sudah mencapai tingkat aktualisasi diri menurut teori Maslow akan berpikir hal lain yang mungkin dilakukan didunia ini, dengan pengejaran suatu ultimate goal untuk mengimbangi kesuksesan yang membuat mereka gamang. Kelompok berkantung tebal inilah yang diransang untuk menjadi “summitters” demi pemuasan ego dengan kebanggaan yang berkonotasi kejantanan. Mereka ingin melakukan sendiri, tidak sekedar mendanai, sehingga kemudian dapat tours, misalnya ikut dalam tur Rob Hall (alm). Dengan Adventure Consultants (bertarif USD 65,000!) dan scott Fischer (alm) dengan Mountain Madness-nya.

Setelah peningkatan divisi mountanering GASI-UMA mencoba mengembangkan divisi lain yaitu divisi Caving yakni dilakukan hanya untuk Empowering development education speleology conservation, karena ekspedisi yang satu ini mengemban ilmiah yang cukup menarik, dalam eksplorasi ilmiah ini GASI-UMA menetapkn target di daerah sumatera.

Keindahan sebuah gua dapat Anda saksikan dari berbagai bentuk dekorasi yang ada di dalamnya. Ada selendang, pilar, air terjun beku, mutiara gua, stalagmit atau stalagtit. Sebenarnya, apa pengertian dari istilah-istilah tersebut?

Seperti diketahui bahwa gua yang ada di bumi ini terbentuk oleh batuan kars (batu gamping) yang terbentuk di dasar laut dalam kawasan yang luas. Ketebalan batu gamping itu bervariasi hingga mencapai ratusan meter. Proses pembentukan memerlukan waktu hingga ribuan tahun. Demikian pula dengan proses pemunculannya ke permukaan yang berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Gua dipelajari secara serius sejak ditemukannya speleologi oleh Edward Alfred Martel pada abad ke 19. Sampai kini, ilmu tersebut masih dipakai untuk mempelajari seluk-beluk gua. Speleolog menyebut dekorasi gua dengan istilah speleothem.

Menurut IUS (International Union of Speleology) yang berkedudukan di Wina, Austria. Gua adalah setiap ruangan bawah tanah, yang dapat dimasuki orang. Gua memiliki sifat yang khas dalam mengatur suhu udara didalamnya, yaitu pada saat udara diluar panas maka didalarn gua akan terasa sejuk, begitu pula sebaliknya. Sifat tersebut menyebabkan gua di pergunakan sebagai tempat berlindung. Gua-gua yang banyak diternukan di Pulau Jawa dan pulau pulau lainnya di Indonesia , sebagian besar adalah gua batu gamping atau gua karst. Gua merupakan suatu lintasan air dimasa lampau dan kini kering (gua fosil) atau di masa kini, dan terlihat dialiri sungai (gua aktif). Karenanya mempelajari gua tidak terlepas dari mempelajari hidrologi karst dan segala fenomena karst dibawah permukaan (endo karst phenomena) supava memahami cara-cara gua terbentuk dan bagaimana cara memanfaatkannya sebagai sumber daya alam, yang mempunyai nilai estetika tinggi sebagai obyek wisata gua, atau sebagai sumber air, tanpa mencemarinya.

Lomba Kreativitas Anak (LKA)

Kegiatan ini hanya dilakukan semata-mata untuk menumbuhkan rasa cinta anak terhadap alam sejak dini, untuk lebih meningkatkan pemahaman betapa pentingnya lingkungan bagi umat yang ada dunia dimulai dari anak baru yang mendapatkan pendidikan merupakan resolusi yang handal dan juga maksimal untuk mereka pahami sejak mereka duduk dibangku pendidikan. Kegiatan ini dilakukan setahun sekali dan GASI-UMA sudah melakukan ke empat kalinya, yang pertama dan kedua kegitan ini dilakukan di kampus bestari UMA, yang kedua dilakukan di Taman Ahmad Yani dan yang terakhir dilakukan di Banda Aceh.

Aksih bersih Hutan Sibolagit

Dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap alam, GASI-UMA melakukan aksi ini hanyalah menyadarkan para Camping minggungan agar tidak membuang sampah di sembarang tempat, karena sudah terlalu banyak sampah-sampah yang berserakan di daerah itu.

(GASI-UMA)

Foto-Foto: Dok. GASI

Rafting Laviola GASI-UMA

Untuk mengaplikasikan ilmu yang ada pada setiap anggota dalam berarung jeram yang baik dan benar serta bekal latihan fisik yang dilakukan beberapa mingu dikampus pada tahun 2007 untuk pertama kalinya GASI melakukan pengarungan dengan target sugei Wampu team melakukan pengarungan.

Baru pada tahun 2008 Team Rafting laviola GASI-UMA mencoba lagi pengarungan dengan target Sugai Bingai. Team melakukan perjalanan dengan sukses.

Pelatihan serta penanaman 1000 pohon Mangrove

Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Umumnya mangrove mempunyai sistem perakaran yang menonjol yang disebut akar nafas (pneumatofor). Sistem perakaran ini merupakan suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen atau bahkan anaerob. Hutan mangrove juga merupakan habitat bagi beberapa satwa liar yang diantaranya terancam punah, seperti harimau sumatera (Panthera tigris sumatranensis), bekantan (Nasalis larvatus), wilwo (Mycteria cinerea), bubut hitam (Centropus nigrorufus), dan bangau tongtong (Leptoptilus javanicus, dan tempat persinggahan bagi burung-burung migran.

Dengan rasa kepedulian akan alam yang ada disekitar kita GASI serta dengan adanya isu Global Warming dikalangan Negara-negara berkembang serta memandang Fungsi Ekologi Ekosistem Mangrove Dilihat dari segi ekosistem perairan, hutan mangrove mempunyai arti yang penting karena memiliki fungsi ekologis. Fungsi ekologis hutan mangrove dapat dilihat dari beberapa aspek antara lain aspek fisika, kimia dan aspek biologi

Maka memandang hal ini lah GASI-UMA membuat pelatihan penaman dengan peserta kurang lebih 300 orang terdiri dari kalangan mahasiswa dan pelajar.


Appliasi Rock Climbing GASI-UMA
Kegiatan panjat tebing ini khususnya di Indonesia sudah berkembang dengan pesat. Saat ini kegiatan ini bukan hanya dimonopoli oleh kelompok-kelompok perkumpulan panjat tebing maupun kelompok pecinta alam saja, tetapi juga kalangan pekerja kantoran dan masyarakat umum. Sayangnya, banyak di antara kalangan di luar kelompok pemanjat tebing dan pencinta alam ini yang masih belum memahami dan menguasai teknik-teknik serta keahlian dasar yang diperlukan oleh pemanjat tebing terutama tentang safety prosedure dalam pemanjatan.

Kemudian olah raga panjat tebing menjadi digemari oleh masyarakat luas seiring dengan mulai banyaknya sarana latihan (dinding panjat) berbagai tempat (terutama hampir disetiap kampus). Dan untuk menyatukan para penggiat panjat tebing di Gemar Alam Psikologi Universitas Medan Area (GASI-UMA) yang dikoordinatori oleh Bidang divisi mencoba melakukan pemanjatan ditebing alam sikulikap pada tahun 2008.

Research & Exploration Coral Reef GASI_UMA

Gemar Alam Psikologi Universitas Medan Area baru-baru ini mengadakan Research & Exploration Coral Reef yang dikordinator Ketua III Bidang Divisi GASI-UMA tepatnya pada tanggal 19 s/d 24 Agustus 2008 disalah satu pulau kecil yang berada diperairan selat melaka dengan nama pulau Pandang tetapi para nelayan sekitar sering menyebutnya pulau si angsa dua, mungkin karena bentuk pulau yang memang mirip unggas yang berleher panjang yang seakan-akan seperti angsa.

Pulau ini memiliki luas ± 1 ha terletak pada posisi (3° 25' 08.44976" N dan 99° 45' 21.08423" E), berjarak ± 15 mil laut, yang hanya ditempuh ± 2 jam dari pelabuhan Batu-bara ( Tanjung Tiram ) dengan menggunakan transportasi boat nelayan yang berada disekitar perairan laut tersebut.

EXPO GASI-UMA Kontinu

GASI-UMA yang merupakan salah satu organisasi pencinta alam yang terus mencoba berperan aktif dalam fungsinya sebagai pencinta alam dan dengan tidak melupakan tali silaturahmi antar sesama manusia. Namun demikian dalam berproses tersebut,GASI-UMA terus berupaya meningkatkan sumber daya anggotanya dalam rangka mendekatkan dier kepada sang khalik sebagai pencipta alam semesta.

Sejak tahun 1998 secara berkelanjutan gasi melakukan EXPO dengan tujuan menjalankan program kerja tahunan yang telah dirancang dan disepakati bersama. Diluar dari tujuan dasar yaitu penerimaan anggota baru gasi uma, dengan ending pendidikan dasar bagi anggota baru serta pendidikan lanjuan bagi anggota muda gasi uma.


Hari inilah waktunya


Oleh : Hardi Dido

Sekarang keadaan sudah semakin parah. Beberapa imfomasi menakutkan tetang alam ini telah mencuap di telinga kita, tetapi tetap saja raungan kaum kapitalis selalu oportunis dalam eksploitasi brutal terhadap hutan kita. Sepertinya kita harus belajar kembali untuk memahami persoalan-persoalan di negri ini, yang tidak ada manifestonya kepada rakyat tentang menetapkan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan tampa ada resensi dan asimilasi terhadap rakyat, diktator perseorangan dan golongan yang burkuasa bukan lagi merupakan bahaya diambang pintu tetapi telah menjadi suatu kenyataan, cara-cara kebikjaksanaan pemerintah bukan saja bertentangan dengan azas-azas kemanusiaan dan hikmah musyawarah bahkan menindasnya.

Dengan keadaan yang sekarang ketika udara di dunia semakin panas, banyak orang, komentator, pengamat, atau yang disebut pakar mengatakan bahwa hal ini akibat dari pemanasan global yang mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca. Hal ini banyak benarnya. Hanya saja ketika para komentator tersebut memberi komentarnya, jarang atau hampir tidak ada yang memberi penjelasan tentang apa sebenarnya efek rumah kaca itu dan bagaimana terjadinya. Apakah ini yang dinamakan menyelamatkan dunia?

Harapan demi harapan, perjuangan demi perjuangan terus terjadi demi menyelamatkan bumi ini, tetapi peperangan sudah berakhir sebelum pertempuran dimulai dan perjuangan ini merupakan doeng sebelum tidur. Tetapi aku tetap menyangkal hal ini, walaupun kita terus terlambat, kita harus tetap mengalahkan koloni hutan dan terus bermunajat demi tercapainya tujuan mulia.

Sadar atau tidak sadar kini kita telah meremunerasi pemimpin-pemimpin yang terus bercoleteh untuk melestarikan alam yang hanya tinggal cerita pengantar lelap kita sewaktu tidur. Jadi sekarang bukan lagi untuk meminta satu ruang untuk katakan yang benar dan kuburkan yang salah, biarkan kami tumpahkan aspirasi putih kami, disini seharusnya ada ruang dimana tidak ada pedang pemotong lidah, bebas bicara tentang makna keadilan, pembagian kekuasaan, kemunduran, partai-partai, Monopoli tetapi berkemaslah untuk menyelamatkan dunia, semoga.

By. all